Resensi Film “My Sister’s Keeper”

My Sister’s Keeper

Sebenarnya resensi ini adalah tugas salah satu mata kuliahku, Audio Visual 1. hehehe. ini pertama kalinya aku membuat resensi film dengan meminimalisir Copy Paste :p ya… jadi harap maklum kalau kata-katanya aneh dan formatnya juga belum benar. Selain itu subyektifitasku sangat tinggi. ^_^ hehehe…

Judul film : My Sister’s Keeper

Sutradara : Nick Cassavetes
Diadaptasi dari novel karya Jodi Picoult yang berjudul sama, My Sister’s Keeper   dan adaptasi oleh Jeremy Leven. Film My Sister’s Keeper dirilis di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko dan Britania Raya pada 26 Juni 2009.

Genre : Drama

Durasi     : 1 jam 46 menit

Pemain :
•    Cameron Diaz   sebagai   Sara Fitzgerald (Ibu)
•    Alec Baldwin   sebagai   Campbell Alexander (Pengacara Anna)
•    Abigail Breslin   sebagai   Anna Fitzgerald (Adik Kate)
•    Sofia Vassilieva   sebagai   Kate Fitzgerald (Adik Jesse dan kakak Anna)
•    Jason Patric   sebagai   Brian Fitzgerald (Ayah)
•    Evan Ellingson   sebagai   Jesse Fitzgerald (Kakak Kate dan Anna)
•    Thomas Dekker   sebagai   Taylor Ambrose (Pacar Kate)

Penokohan :
•    Protagonis : Pemain protagonist di sini adalah Anna, Jesse, Pengacara Anna, Ayah Anna, Kate.
•    Antagonis  : Pemain protagonist di dalam film ini lebih didominasi Sara.

Karakter dan Sifat Tokoh :
•    Cameron Diaz   sebagai   Sara Fitzgerald (Ibu)
Di dalam film Sara Fitzgerald adalah ibu yang sangat ambisius dalam merawat Kate.
•    Alec Baldwin   sebagai   Campbell Alexander (Pengacara Anna)
Campbell adalah pengacara terkenal, baik hati, dan tulus membantu Anna yang memperjuangkan Hak Asasi Manusianya.
•    Abigail Breslin   sebagai   Anna Fitzgerald (Adik Kate)
Anna adalah gadis sederhana yang sangat sayang pada keluarganya, baik hati, dan penurut.
•    Sofia Vassilieva   sebagai   Kate Fitzgerald (Adik Jesse dan kakak Anna)
Kate adalah gadis yang agak keras kepala dan emosional, tapi sangat sayang kepada keluarganya, terutama ibunya.
•    Jason Patric   sebagai   Brian Fitzgerald (Ayah)
Brian adalah seorang suami dan ayah yang tidak banyak bicara, jadi keputusan keluarga lebih didominasi oleh Sara.
•    Evan Ellingson   sebagai   Jesse Fitzgerald (Kakak Kate dan Anna)
Jesse adalah anak yang penurut, dan tidak banyak bicara.
•    Thomas Dekker   sebagai   Taylor Ambrose (Pacar Kate)
Taylor adalah pria yang lembut, menenangkan, dan sopan.

Sinopsis film :
Film ini dibuka dengan narasi dari Anna Fitzgerald  (Abigail Breslin) yang menceritakan bahwa kelahirannya di dunia ini bukan kebetulan, tetapi direncanakan oleh orangtuanya. Dia dilahirkan menggunakan bayi tabung dengan rekayasa genetika agar semua organnya cocok dengan kakaknya, Kate Fitzgerald (Sofia Vassilieva). Karena dia dilahirkan untuk penjadi bayi pendonor bagi kakaknya yang menderita Leukemia sejak berumur 2 tahun. Dari awal kelahirannya, Anna sudah mendonorkan tali pusarnya untuk Kate. Sejak bayi, tubuh Anna sudah berkali-kali mengalami pemeriksaan dan operasi kecil untuk memastikan bahwa dia adalah pendonor sumsum tulang belakang yang cocok untuk Kate. Sedangkan karena Kate butuh perhatian ekstra. Jesse Fitzgerald (Evan Ellingson), anak pertama dari keluarga Fitzgerald sejak kecil harus bersekolah sekaligus tinggal di asrama dan jauh dari orangtua. Pendidikannya pun berantakan karena kurang perhatian.
Cerita dalam film ini ini dimulai ketika Anna dan Kate beranjak remaja, Kate yang sakit-sakitan, dan ibu mereka , Sara Fitzgerald (Cameron Diaz) berambisi untuk menyembuhkan Kate dengan cara apapun. Suatu hari, karena kesalahpahaman antara Ayahnya, Brian Fitzgerald (Jason Patric) mengenai Kate. Kedua orangtua Anna pun bertengkar. Selain itu, masalah juga timbul ketika ginjal Kate bermasalah. Kate merasa lelah dengan semua yang dia jalani. Terapi, control, dan semua obat-obatan yang dia konsumsi membuatnya jenuh. Dia juga merasa adik dan kakaknya juga membutuhkan perhatian dari orangtuanya. Dia sempat putus asa dan akhirnya bangkit lagi ketika bertemu dengan Taylor Ambrose (Thomas Dekker), salah satu pasien terapi yang sama dengan Kate. Karena merasa cocok dan senasib, akhirnya mereka berpacaran. Hari-hari Kate menjadi lebih cerah dan ceria ketika pria itu datang. Semangat hidup Kate meningkat, keluarga kate pun menjadi bahagia, demikian dengan Anna. Tetapi rupanya kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Suatu hari Taylor menghilang. Dan ibu Kate mendengar dari suster di rumah sakit bahwa Taylor meninggal dunia. Seketika itu Kate merasa ingin menyerah. Dia lelah dengan semuanya, tetapi Kate harus operasi ginjal agar bisa hidup, dan seperti sudah menjadi kebiasaan, otomatis Anna lah yang harus menyumbangkan satu ginjalnya untuk Kate.

Suatu hari, Anna menolak untuk menyumbangkan satu ginjalnya untuk Kate. Mendengar hal itu, Sara marah besar. Dia tidak menyangka Anna tega berbuat demikian. Lalu Anna yang saat itu berusia 11 tahun memutuskan pergi ke pengacara terkenal, Campbell Alexander (Alec Baldwin) dengan membawa uang tabungannya dan catatan medis yang telah dilakukan terhadap tubuhnya. Dia menuntut orangtuanya, terutama ibunya sendiri yang mengeksploitasi organ-organ tubuhnya sejak dia bayi. Campbell berusaha sekuat tenaga membantu Anna. Karena dia juga mempunyai alasan tertentu yang membuat hatinya tergerak untuk melakukan hal tersebut. Mereka pun sampai di pengadilan. Anna dengan pengacaranya yang terkenal, menuntut ibunya, Sara, yang notabene seorang mantan pengacara handal yang harus berhenti menjadi pengacara ketika Kate mulai sakit-sakitan dengan tuduhan eksploitasi organ tubuh. Ketika persidangan berlangsung, suasana sangat panas. Sara melakukan pembelaan habis-habisan terhadap dirinya sendiri. Begitu pula Campbell yang membela Anna. Tetapi dalam persidangan, Anna berkali-kali mengalami pergolakan batin yang hebat. Karena dia juga ingin menyelamatkan kakaknya. Dia tidak tega membiarkan hidup Kate berakhir karena batal melakukan operasi ginjal. Lalu kenapa dia maju dan menuntut ibunya? Jesse tahu alasan dibalik semuanya. Dia memaksa Anna mengatakan hal yang sebenarnya mengapa ia tega menuntut ibunya sendiri. Dan ternyata Kate lah yang membuat sekenario ini. Karena Kate tidak ingin dioperasi. Dia sudah menerima semua keputusan Tuhan untuknya. Dia tidak ingin membuat keluarganya menderita terus-menerus karena penyakitnya. Mengetahui hal itu, Sara mengalami pergolakan yang sangat hebat. Akhirnya dia sadar, semua ambisinya untuk menyembuhkan Kate ternyata merugikan banyak pihak, terutama keluarganya. Lalu dengan berat hati, dia menuruti kemauan Kate. Kate pun akhirnya meninggal dengan damai di pelukan Sara.

Alasan memilih film :
Alasan saya memilih film ini, karena menurut saya, di dalam film ini terdapat banyak sekali sudut-sudut pandang pemain dan tekanan-tekanan yang ada sehingga membuat film ini menarik. Permasalahan yang tidak biasa, seperti anak yang menuntut ibunya dalam usia 11 tahun membuat saya tercengang.

Alur film : Maju dan flashback

Kelebihan film :
Menurut saya, pemain-pemain dalam film ini sangat totalitas berakting. Salah satunya adalah pemeran Kate dan Sara yang tidak segan-segan menggunduli kepalanya untuk memerankan karakter di dalam film ini.
Selain itu, dalam film ini banyak sekali hikmah yang bisa diambil. Dari mulai kasih sayang dalam keluarga yang kuat, sampai hak asasi manusia yang perlu diperjuangkan. Tetapi bagi saya, pesan utama yang dapat diambil dari film ini adalah sekuat apapun manusia memperjuangkan takdir, kita sebagai manusia memang hanya bisa berusaha sekuat tenaga menghadapi semua permasalahan kehidupan ini, karena Tuhan lah yang memutuskan semuanya.

Kekurangan Film :
Secara keseluruhan, mungkin untuk kekurangan dalam film ini menurut saya hanya terletak pada alurnya saja yang mungkin sedikit membingungkan, tetapi menarik. Flashback-flashback terlalu banyak menjadi sedikit sulit dalam mencerna ceritanya.

Kesimpulan :
Film My Sister’s Keeper ini menarik. Permasalahan-permasalahan dalam ceritanya sangat menarik. Emosi kta akan dibuat naik turun ketika menonton film ini. Akting yang dimainkan pemain-pemainnya juga bagus. Di dalam film ini, Nick Cassavetes sangat lihai membuat batin penontonnya bergejolak.
Buat yang doyan nonton film yang menguras emosi… kayaknya wajib deh nonton film yang satu ini ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s