Pantai

26 februari 2010-Randusanga beach 033-001Aku di pantai sekarang. Pantai di dekat rumahku, di kota kelahiranku. Pantai ini mungkin tidak indah lagi seperti dulu, paling tidak menurutku. Sekarang kealamian pantai ini berkurang seiring bertambahnya usiaku, sekarang tambak-tambak menjadi restoran dan rumah makan, sekarang pondok-pondok bambu berdiri tegak di sepanjang pantai, sekarang pohon-pohon menjadi sarana kampanye partai-partai dan calon bupati, sekarang sampah-sampah bertebaran mengotori hamparan pasir, sekarang kayu-kayu berbendera hijau, kuning, dan merah ada di laut sebagai tanda peringatan keamanan berenang. Apa semua itu mengganggu? ya, menurutku itu mengganggu. Tetapi, pantai tetap pantai. Suara ombak yang berkejaran, merayu. Pasir-pasir halus, lembut, dan semilir angin sepoi-sepoi menggelitik, damai. Aku tetap berusaha menikmatinya, berusaha meyakinkan diriku bahwa ini indah. Di pantai ini, aku sering merenung dan merangkai harapan. Dari ketika aku masih suka berenang di laut sampai sekarang memilih berdiam diri di pantai. Sekarang aku sendiri, dan aku teringat padamu. Kau juga tahu pantai ini. Dan aku menunggumu sampai waktunya tiba nanti, berharap suatu hari kau bisa menemaniku di pantai ini dan merangkai harapan bersama… InsyaAllah….

3 thoughts on “Pantai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s