Nggembel di Jogja

IMG_4317JOGJA. siapa sih yang tidak mengenal kota yang satu ini? yup! Yogya, Yogyakarta, atau Jogjakarta adalah sebuah Daerah Istimewa yang (kayaknya) berada di sebelah selatan Jawa Tengah. Sebuah kota yang ramah, unik, menarik, dengan suasana budaya jawa yang kental dan tak biasa. Jujur saja, dulu pada waktu lulus SMA saya ingin sekali kuliah dan berdomisili di kota berhati nyaman itu πŸ™‚ Tetapi takdir berkata lain, saya ditempatkan di tetangga Jogja, yaitu Solo. Dan sekarang adalah tahun ke-3 saya di Solo. Jarak dari kota Solo ke Jogja lumayan dekat, hanya 1 jam naik kereta, kurang lebih hanya 1,5 jam naik bus, dan mungkin maksimal 2 jam menggunakan motor. Ngomong-ngomong tentang Kota Jogja, saya sangat sering bolak balik ke jogja, hmm… kalau bahasa kerennya sih Njogja. Tapi entah kenapa, kayaknya tidak adaΒ  kata bosan untuk Njogja. Selain tempat wisatanya yang banyak, dan Malioboro yang sangat terkenal, rasanya ada saja kenangan yang bisa di ukir di Kota Jogja πŸ™‚ dan terakhir saya Njogja, Jumat kemarin, tanggal 22 Februari 2013. Dan pengalaman Njogja kemarin yang berjudul ” Nggembel di Jogja” termasuk salah satu pengalaman yang berkesan. Kenapa??? yuk, saya ceritakan pengalaman 12 jam kemarin.

“Nggembel di Jogja”. Itu tujuan saya dan ke 5 sahabat saya. Sebab musababnya kami merencanakan main ke Jogja yaitu karena saya dan teman-teman ingin sekali pergi bersama. Main bareng keluar Solo ber-6 itu impian dari dulu pas jaman masih muda (semester awal) yang belum kesampaian, dan alhamdulillah akhirnya kesampaian juga. Rencana ini bermula ketika minggu awal perkuliahan. Hari Selasa, Saya, Nita, Bugil, dan Rezki merencanakan ekspedisi penggembelan ini di kediaman Rezki (kamar kos-red).

“Pokoknya kita ber 6 harus bisa pergi bareng minggu ini. Ga ada waktu lagi, liburan semester depan kita bakal magang (Kerja Profesi) dan pastinya udah sibuk dengan urusan masing-masing.”

dan akhirnya dengan modal sms, saya memberitahukan rencana kasar kepada Ipeh dan Noe, dan berhasil menentukan tanggal.

Keesokan harinya seusai kuliah perdana Desain Kemasan, kami ber 6 mengajak salah satu teman kami, Arum alias Agum untuk ikut serta dalam penggembelan ke Jogja, dan Arum tertarik sekali πŸ˜€

Ketika kamis malam (malam jumat) kami berkoordinasi via SMS dan antara mimpi dan realita akhirnya kami ber 7 merencanakan keberangkatan dengan kereta Prameks yang paling pagi, yaitu jam 5.30. Singkat cerita, sampailah di hari Jumat, 22 Februari 2013. Saya telat bangun karena beberapa alasan. Setelah bersiap-siap secara kilat, saya menghampiri Bugil dan Rezki yang sudah menunggu di Boulevard depan UNS. Kami bertiga lalu segera meluncur ke Stasiun Balapan. Meski sudah berusaha secepat kilat berkelit diantara kendaraan yang melaju, ternyata kesempatan pertama tidak berpihak pada kami. Malah ketika memasuki jalan menuju tempat parkir, Bapak tukang karcis parkir memberitahu kami kalau keretanya baru saja berangkat.

“Kereta Prameks nya barusan berangkat mbak…..”

Seketika itu kami bertiga lemas dan kecewa. Terutama aku, takut mengecewakan teman-teman yang sudah datang dan menunggu dari habis shubuh tadi. Tetapi ketika selesai memarkirkan motor, kami bertemu Nita, rupanya dia juga baru saja tiba. Dan kami berempat menuju kursi tunggu, yang ternyata sudah diduduki Ipeh dan Arum. Kami sudah ber-6, kurang satu, yaitu Noe. Beberapa menit kemudian Noe datang dengan santainya, dan bergabung dengan kerumunan kami. Lengkap sudah, kami ber-7 sekarang πŸ™‚
Karena kereta pertama sudah lewat, kami berembug bersama untuk menentukan bagaimana kita bisa ke Jogja dengan transport yang murah. apakah dengan Bus, atau mencarter Taxi. Masalahnya, kereta kedua, di jadwal adalah Kereta Sriwedari,Β  dan harganya dua kali lipat Prameks, yaitu Rp 20.000 dan tentu saja itu tidak sesuai dengan anggaran dana penggembelan. Tetapi dengan analisa SWOT *alah* akhirnya kami memutuskan untuk tetap menggunakan kereta.

3 thoughts on “Nggembel di Jogja

  1. rencana mau berangkat jam 05.30.. dari boulevard jam setengah 6 kurang beberapa ratus detik. parahnya,, ditempat bersejarah pun tidak terlalu menggagas apa yang dilihat, seperti tujuan utama hanyalah berfoto semata *memang πŸ˜€ *sip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s