Perjalanan Mengenal Bandung, Kota Ke-5 ku… :)

Di post sebelumnya, aku menceritakan tentang pengalamanku tentang perjuangan mencari tempat magang. Silahkan klik disini untuk membaca postinganku sebelumnya 🙂 . Di postingan kali ini, aku akan sedikit tentang pengalamanku ketika awal-awal tinggal di kota ini.

Kenapa aku menyebutnya kota ke-5? Karena Bandung adalah kota ke-5 yang aku tinggali lebih dari 3 minggu, dan berhasil aku jelajahi dan aku mengerti jalur-jalurnya meskipun sedikit. Kota pertamaku, tentu saja Brebes, yaitu kota kelahiranku dan kampung halamanku. Ke-2, yaitu Kota Tegal, yang aku singgahi selama tiga tahun ketika aku menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Kota Tegal. Ke-3, yaitu Yogyakarta, karena dulu ketika aku berjuang untuk mencari pelabuhan universitas *alah* aku cukup lama tinggal di Kota ini dan mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan SNMPTN. Ke-4 yaitu Kota Solo atau Surakarta. Ya, kota kecil yang super nyaman itu berhasil membuatku jatuh cinta ketika aku pertama kali merantau menjadi mahasiswa Universitas Sebelas Maret, dan semoga akan selalu jatuh cinta selamanya :). Dan kota ke-4 adalah kota Bandung, sebuah kota metropolitan yang sudah aku tinggali selama satu bulan karena keperluan magang (kerja profesi).

Bandung. Siapa sih yang tidak kenal Kota yang satu ini? Kota yang biasa disebut Kota Kembang, kota yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Barat dan merupakan Kota metropolitan, juga biasa dikenal dengan sebutan dengan bahasa belanda “Parijs van Java” atau bila diartikan berarti “paris dari Jawa”. Kota bandung sendiri letaknya di tengah-tengah Provinsi Jawa Barat, dan dikelilingi oleh pegunungan. Secara astronomis, Kota Bandung terletak diantara 107 0 Bujur Timur dan 6 0 55′ Lintang Selatan.

bandung map

Jumat, 16 Agustus 2013, aku diantar oleh bapak ke Bandung, karena aku akan menjalani kerja profesi di sebuah agensi digital di sana. Kemudian sesampainya di Kota Bandung, aku bersama sahabatku (Rezki) tinggal di rumah tante sahabatku itu. Kami tinggal di daerah dekat Terminal Leuwi Panjang,  Jl. Kopo, daerah Citarip Barat. Bapak mengantarku hanya sebentar, “yang penting sudah dapat tempat tinggal yang insyaAllah nyaman” kata Bapakku.

Pertama kali memasuki Kota bandung, jujur saja aku sangat kaget. Sudah lama aku tidak mengunjungi kota ini. Dan sekarang Kota Bandung menjadi kota yang panas, tidak seperti bandung pada beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya Bandung adalah kota yang indah, tapi sayangnya kurang terawat, banyak sekali timbunan sampah yang tidak terurus di pinggir-pinggir jalan dan mengganggu pemandangan.

Sabtu, 17 Agustus 2013. Alhamdulillah, aku benar-benar sangat bersyukur. Aku bisa ‘menumpang’ di rumah tante saudaraku, dan di fasilitasi motor untuk pergi magang bersama Rezki. Hari itu kami pergi ke Cibaduyut, pusat penjualan sepatu. Ya, aku memang berniat membeli sepatu di tempat itu. Hhehehe…. kami pun berkelana bertanya sana sini mencari daerah Cibaduyut tsb. Setelah berkendara cukup lama karena jalanan macet, akhirnya kami menemukan lokasi deretan pertokoan yang menjual sepatu-sepatu. Banyak sekali jenis-jenis sepatu di sana. Harganya pun bermacam-macam. Dan aku terharu, baru kali ini aku dapat dengan mudah mendapatkan sepatu pantofel yang pas dalam waktu yang singkat dan dengan harga yang cukup terjangkau. Kenapa? karena ukuran kakiku besar, seperti kaki pria. heheheh 😀

Sepulang dari Cibaduyut, kami mencari swalayan dan membeli berbagai macam keperluan selama tinggal di Bandung. Kami belanja di sebuah toserba dan membeli macam-macam peralatan. Dari mulai makanan sampai ember untuk mencuci. Lalu kami pun pulang dengan membawa banyak barang-barang 😀

Keesokan harinya, kami diantar menghafal jalan ke kantor oleh pakdhenya Rezki yang seorang tentara. Wohoooowww….. kami pun menyusuri Jalan Soekarno Hatta, atau biasa disebut jalan Soetha. Jalan Soetha adalah jalan yang melintasi daerah bandung timur. Sebenarnya jarak dari rumah ke kantor cukup dekat, mungkin jika itu di solo, bisa ditembuh dalam waktu 15-20 menit. Tetapi hal itu tidak mungin bisa dilakukan, karena jalan Soetha adalah jalan yang penuh kemacetan :O. Maka perjalanan ke kantor hanya bisa ditempuh minimal 30 menit. hehehe 😀 luar biasa sekali…

Sampai di situ, jujur saja aku masih terheran-heran dengan Kota Bandung yang sekarang. Mungkin karena Bandung yang dulu nyaman, sehingga banyak perantau yang datang dan tinggal di kota ini, hingga Bandung menjadi kota yang cukup padat 😀 hehhehe… Meski begitu, aku tidak menyesal memilih kota ini menjadi destinasi ku 🙂 . Mungkin di masa depan aku akan kembali ke kota ini dan mengambil manfaat dari apa yang telah aku lakukan selama insyaAllah dua bulan di tempat ini. Amin….. 🙂

Sebagai seorang traveler sejati seperti jebraw host jalan-jalan men, maka aku akan mempelajari lebih dalam lagi tentang Kota Bandung. Inilah kesempatanku untuk menjelajahi kembang ini :).

Ketika ada kesempatan pertama untuk mengenal dan menjelajahi Kota Bandung, Kenapa tidak dimanfaatkan? Jangan menunggu kesempatan kedua yang kita sendiri belum tau apakah akan ada waktu untuk kembali ke Kota ini 🙂
Yang terpenting, ambil sisi positifnya. InsyaAllah perjalananan ini aku niati untuk mencari ilmu dan pengalaman, bukan untuk berhura-hura dan meniru gaya hidup yang negatif.  ^_^ Karena untuk dapat berkembang, terkadang seseorang perlu membuka mata terhadap hal-hal yang baru untuk mendapatkan inspirasi 🙂

So, tunggu kelanjutan kisahku di Kota Banduuuuuung….. yeay!!! 😀

One thought on “Perjalanan Mengenal Bandung, Kota Ke-5 ku… :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s