Mencoba Memahami Lalu Lintas Bandung

Setelah kemarin menceritakan sedikit tentang Kota Bandung yg menjadi kota permaganganku, kali ini aku ingin membahas tentang satu hal yang sangat aku rasakan perbedaannya dibandingkan dengan kota pertama sampai kota ke-4 ku. Sebelumnya silahkan baca ceritaku tentang Bandung, Kota ke-5 ku. hehehe… Dari ke-5 kota yang pernah aku tinggali. Ada beberapa yang membuat Bandung berbeda. Mungkin kalau kita berbicara tentang Ibukota Negara Indonesia, alias DKI Jakarta, kita sudah tidak heran kalau lalu lintas di sana sangat Woww. Dan ternyata,,.. Kota Bandung pun mendekati demikian 😀 hehehe.

Bandung adalah kota yang membuatku terpana akan “keindahan” lalu lintasnya 🙂 . Dan itu salah satu hal yang aku rasakan ketika tinggal di kota kembang ini. Bayangkan saja, ketika akan berkendara, kita harus memperkirakan jarak dan waktu normal yang harus ditempuh, lalu jangan lupa menambahinya dengan “estimasi waktu kemacetan”. Contohnya saja ketika aku menggunakan sepeda motor dan harus berangkat ke kantor yang berjarak kurang lebih 8km, bisa ditempuh sekitar 15 menit dengan waktu normal dan lalu lintas lancar. Tetapi di Kota Bandung, khususnya di Jl. Soekarno Hatta (karena jalan ini yang sehari-hari aku lewati) atau biasa disebut jalan Soetha, waktu normal harus ditambah dengan waktu kemacetan, bisa jadi kita sampai kantor dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menit, bahkan lebih. Untuk traffic light nya saja, atau lampu lalu lintas, atau biasa disebut lampu merah, dan di Bandung biasa disebut Setop-an, ketika lampu merah menyala, kita harus menunggu bermenit-menit sebelum lampu hijau menyala. Bahkan ada lampu merah yang menyala skitar 4 menitan, itu sama dengan 240 detik. Dan karena waktu yang cukup lama, para pengamen yang menampilkan atraksi topeng monyet sangat totalitas dalam tampil. hehehe….

topeng monyet di lampu merah

photo by revezkivi

Sedangkan dalam perjalananku dari rumah menuju kantor melewati banyak sekali lampu merah, kalau tidak salah lebih dari lima. Itu menggunakan sepeda motor. Bagaimana yang naik angkot atau kendaraan umum lainnya??? Silahkan bayangkan sendiri 😀

Pada minggu-minggu pertama aku beradaptasi di jalanan kota Bandung, aku dan sahabatku pernah berangkat dari rumah ke kantor dari jam 7.00, tapi jalanan sudah macet. Kemudian berubah menjadi 7.30, jalanan pun macet. Dan bertambah lagi setengah jam, yaitu pukul 08.30, tetap macet, tetapi lebih mending, karena sudah bukan jam mengantar ke sekolah. Pernah juga kami berangkat pukul 9.00, jalanan pun macet, karena perdagangan sudah mulai beraktifitas. Jadi aku menyimpulkan begini:

pukul 06.00 – 08.00 adalah waktu jalanan macet, karena aktifitas mengantar ke sekolah, PNS yg ke kantor, serta aktifitas di pasar tradisional. Di jam ini masih sedikit angkot dan mobil pribadi yang bermunculan.pukul 08.30 – 09.00 adalah waktu jalanan macet, karena aktifitas karyawan-karyawan yang berangkat kerja, aktifitas perdagangan dimulai. Dari mulai toko, dealer, bank, dll. rata-rata buka pada jam 9 lewat mulai dibuka. Di jam ini tidak terlalu macet, tapi banyak kendaraan besar mulai bermunculan. Angkot dan mobil pribadi pun bejibun 😀

photo by adylahaquee

photo by adylahaquee

photo by adylahaquee

photo by adylahaquee

Pokoknya berkendara di Jalan Soetha itu harus ekstra hati-hati. Pepatah alon-alon waton klakon kayaknya dah ga berlaku di jalanan ini. Karena kalo kita tidak sigap berkelit dan menelusup diantara mobil-mobil dan motor yang jumlahnya puluhan itu, kita akan ketinggalan. Ketinggalan waktu, dan bisa kena lampu merah berkali-kali di lampu yang sama. Sangat menyedihkan. Jadi jalanan ini tidak disarankan untuk pengendara yang belum mahir menggunakan sepeda motor. Jangankan yang belum mahir, yang sudah mahir saja perlu ekstra hati-hati, bahkan di jalanan ini pengendara wanita bisa dibilang sedikit.

photo by revezkivi

photo by revezkivi

photo by adylahaquee

photo by adylahaquee

Bukan berniat menakut-nakuti tentang jalanan di Bandung, cuman harus selalu waspada aja, karena seringkali di perempatan, ketika lampu merah menyala, tetapi kendaraan tetap melaju, tidak mempedulikan dari arah kiri atau kanan yang seharusnya jalan lebih dulu. Terkadang kita harus mainstream, alias ikut arus pengendara yang serobot sana sini, Karena ketika kita diam saja, bisa-bisa kita ketabrak atau kesrempet. Di jalanan ini jarang sekali aku temui pengendara yang benar-benar patuh pada perturan lalu lintas. Jika di sebuah perempatan biasanya ketika akan belok kiri kita dapat langsung tanpa berhenti di lampu merah, lain lagi ketika di jalanan ini. Jalan yang sudah dibagi untuk pengendara yang akan belok kiri pasti sudah dipenuhi oleh motor-motor yang berhenti, padahal mereka akan mengambil lajur lurus.

kemacetan jl soekarno hatta bandung

photo by adylahaquee

Yah…. itulah beberapa fenomena yang aku rasakan. Suara klakson yang bersahutan seperti sudah menjadi musik pengiring, terutama ketika jalanan amat sangat macet. 🙂

Kalo menurutku, kemungkinan macetnya jalanan dikarenakan pengendara yang tidak cerdas dalam berkendara, alias tidak efektif dan efisien dalam berkendara. Contohnya saja ketika mengendarai mobil sendirian. Tentu saja itu adalah salah satu penyebab yang memperparah kemacetan. Harusna dalam satu mobil bisa diisi oleh 6-8 orang, tetapi bayangkan ketika 6-8 orang tersebut memakai mobilnya sendiri-sendiri. Hmmm…… parah sekali.

photo by adylahaquee

photo by adylahaquee

Eh, tapi fenomena-fenomena kemacetan itu menjadikan awal mula pembentukan sebuah komunitas nyentrik hlo. Komunitas itu mengajak semua orang cerdas dalam berkendara, slogannya saja SMART DRIVING. Komunitas itu mengajak para pengendara untuk berbagi kendaraan. Jadi ketika seseorang yang sudah mendaftar di komunitas tersebut akan menuju suatu tempat, maka dia menge-share tujuannya dan berapa kursi yg kosong, (mobil atau motor, bisa juga taxi) serta apa yg dia minta untuk pengganti ongkos. Hmmm… agak susah jelasinnya. Buat yang pengen tau, mending langsung buka dan gabung aja di http://www.nebengers.com atau follow twitternya di @nebengers 😀 smart n kreatif abizzzz!!!

2 thoughts on “Mencoba Memahami Lalu Lintas Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s