Merelakan (Untuk Dikenang – Part 4/5)

Masih 18 Januari 2018,

Setelah diskusi dengan suami, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan kuret keesokan harinya, yaitu hari Jum’at, tanggal 19 Januari 2018. Alhamdulillah… Kebijakan kantor suami saya memperbolehkan izin libur 2 hari jika istri mengalami keguguran/melahirkan. Malam itu juga suami saya meluncur dari Solo ke Brebes menggunakan travel, karena semua tiket kereta sudah habis.

Saya juga menyempatkan diri memberitahu sahabat-sahabat saya dan meminta didoakan oleh mereka agar proses kuret berjalan lancar.

Sementara, hari itu saya menyiapkan semua yang diperlukan. Kamis sore saya ke dokter keluarga untuk meminta Surat Rujukan, dan melengkapi semua berkas yang dibutuhkan, juga menyiapkan pakaian yang akan dibawa besok pagi.

Alhamdulillah… Sekitar jam 3 dini hari, suami saya sampai. Sedih bercampur bahagia melihatnya. Dia pasti sangat lelah. Seharian bekerja, pulang ke rumah langsung bersiap-siap dan meluncur ke Brebes. Dibalik kelelahan dan kekhawatirannya, dia tetap tersenyum, menenangkan hati.

Paginya, kami berangkat dengan santai, membawa semua persyaratan dan perlengkapan. Sekitar jam 8.30 kami sampai di RSIA dan ternyata kami harus antri Poliklinik lagi. Sekitar jam 9.30, kami masuk ke ruangan dokter. Lalu dokter langsung memberi rujukan ke IGD. Dokter mengatakan akan melakukan tindakan kuret sekitar jam 16.00. Setelah menunggu beberapa menit, saya diantar petugas ke IGD dan melakukan pendaftaran, sedangkan suami saya mengisi formulir BPJS di ruangan BPJS.

P_20180119_101659

Saya diinfus untuk pertama kalinya selama 26 tahun ini

Jam 10.00, saya sudah di ruang Tindakan Bedah. Saya ganti baju dengan baju pasien, diinfus, minum obat, lalu rebahan dan disuruh puasa makan minum selama 6 jam. Sesekali perawat datang dan bertanya apakah sudah mulai keluar darah. Tapi sampai jam 12.30 selesai Sholat dhuhur, belum keluar darah juga dari lubang V.

Kemudian Ibu, bapak, tante, dan sahabat saya bergantian menjenguk saya di ruangan, dan memberi motivasi serta doa 🙂

Kira-kira jam 14.00, darah sedikit-sedikit mulai keluar, rasanya seperti saat menstruasi, tapi bedanya saat itu saya tidak memakai pembalut, jadi darah seperti mengucur langsung ke matras dan membuat saya tidak nyaman. Perut pun mulai sedikit nyeri seperti saat disminore (kram perut saat haid), tapi alhamdulillah saya tidak merasa kesakitan.

Jam 16.00, seorang bidan masuk dan memanggil nama saya. Ternyata saya mengenalnya, saya baru tahu kalau dia bekerja di sini. Sambil mengobrol, bidan memasang alat pendeteksi denyut jantung yang dijepit ke jempol kiri saya, lalu alat tensi otomatis di lengan sebelah kanan saya. Kemudian dia menyampaikan bahwa dokter sebentar lagi datang. Setelah itu beberapa kali perawat masuk ke ruangan untuk menyiapkan peralatan dan obat-obatan yang diperlukan ketika tindakan kuretase.

Sekitar jam 16.15 bidan memasuki ruangan kembali, disusul seorang perawat, kemudian bidan mempersilahkan suami saya untuk menunggu di luar ruang tindakan. Perawat lalu memasang alat penyangga paha di kanan kiri tempat tidur, dan kaki saya pun di angkat ke atas penyangga. Lalu ia memasang selang oksigen ke hidung saya.

Setelah dipasang oksigen, saya sedikit nervous dan mulai membaca doa apa saja yang saya bisa untuk menenangkan diri. Saya meyakinkan diri bahwa ini tidak akan sakit seperti yang diceritakan orang lain. Tetapi kalaupun sakit, saya juga yakin pasti Allah akan memudahkan saya untuk melewati rasa sakitnya. Beberapa menit kemudian dokter datang lengkap dengan baju operasi, menyapa saya, dan langsung menyuntikkan obat ke selang infus dan rasanya sedikit pegal, lalu saya mulai membaca Surat Al-Fatihah, ayat kursi, dan membaca surat pendek dari mulai An Nas, Al Falaq, Al Ikhlas dst sampai dokter memberi suntikan kedua yang membuat lengan kiri saya pegal luar biasa, dua detik kemudian saya sudah tidak sadarkan diri.

Ketika saya setengah sadar dan mulai membuka mata, saya mendengar sayup-sayup percakapan bidan dengan suami saya. Bidan berpesan agar setelah saya sudah siuman dan tidak pusing lalu diberi minum, kalau tidak muntah dan bisa makan, bisa segera pindah ke kamar pasien untuk istirahat. Lalu saya mencoba membuka mata, masih sedikit pusing, tetapi tidak bisa tidur lagi. Alhamdulillah saya melihat wajah suami saya yang tersenyum, sambil menggenggam tangan saya. Saat itu pelan-pelan saya mulai sadar, dan berusaha untuk duduk, dengan dibantu oleh suami.

Setelah sadar, rasanya haus sekali. Saya pun minum sedikit-sedikit dibantu suami. Suami saya mengatakan proses kuretnya tadi hanya sebentar, sekitar 10 menit. Bersyukur sekali rasanya saat itu. Alhamdulillah sakitnya tidak sesakit yang saya bayangkan. Tidak sesakit yang diceritakan orang lain, tidak sesakit yang diceritakan ibu-ibu di internet. Kira-kira saat itu sakitnya seperti saat saya sedang disminore ketika haid. Setelah pusing hilang, saya pun mulai makan pelan-pelan, disuapi suami.

Pukul 18.00, saya mulai tidak betah dengan alat tensi otomatis dan pendeteksi denyut nadi di jempol saya. Saya menyuruh suami agar meminta perawat memindahkan saya ke kamar. Sekitar setengah jam kemudian, saya pun diantar perawat ke kamar pasien. Ternyata Ibu dan adik-adik saya sudah berkumpul di depan ruang tindakan 🙂 Setelah pindah ruangan, saya sudah diperbolehkan memakai pembalut. Saya pun memakai pembalut dengan panjang 35cm, karena darah yang keluar masih banyak.

P_20180120_061510

Suami saya di kasur sebelah, menonton Vlog sebelum tidur XD

Saya ditempatkan di kamar pasien kelas 1 (sesuai BPJS Mandiri saya). Di kamar kelas 1, ada 2 bed pasien. Alhamdulillah… Beruntungnya saat itu tidak ada pasien lain di kamar, sehingga suami saya bisa tidur di kasur pasien yang kosong 🙂

Alhamdulillah… Saya sangat bersyukur… Satu proses sudah terlewati dan Allah sudah meminimalisir rasa sakit yang saya alami. Saat itu saya terus berdoa agar proses peyembuhan dan pemulihan berlangsung cepat juga tidak menyakitkan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s