Berdamai (Untuk Dikenang – Part 5/5)

Setelah selesai proses kuretase, saya pindah ke kamar pasien dan menginap semalam. Esok paginya, sekitar jam 10.00 saya diperbolehkan pulang ke rumah.

Ketika visit ke ruangan, dokter hanya berpesan agar saya istirahat yang cukup di rumah, dan boleh makan apa saja karena saya bukan orang sakit. Tetapi beliau menyarankan agar saya tidak mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung karsinogenik (zat yang menyebabkan penyakit kanker). Salah satunya yaitu makanan yang berbahan pengawet, juga sebaiknya menghindari makanan yang di bakar/setengah matang, juga saya harus memperbanyak makan buah dan sayuran.

Selain itu, saya diperbolehkan promil lagi setelah 3 bulan, sampai kondisi rahim benar-benar siap. Dokter juga menyarankan agar saya dan suami rutin mengonsumsi asam folat selama 3 bulan untuk menunjang kesuburan untuk mendukung ketika kami program hamil lagi.

Sesampainya di rumah, saya dan suami langsung mengubur janin dan jaringan-jaringan yang dikeluarkan dari rahim saya di tanah samping rumah, dan tidak lupa kami mendoakannya.

Untuk proses pemulihan, ibu saya bilang saya harus istirahat di rumah minimal 2 minggu. Beliau pun langsung membelikan jamu-jamuan untuk saya konsumsi selama pemulihan. Beliau juga menyuruh saya menggunakan bengkung (sejenis stagen) dan menggunakan pilis (jamu-jamuan berwarna kuning yang dipakai dikompres di kening) untuk mencegah naiknya darah putih ke kepala, jua agar tidak pusing. Lalu saya tidak boleh menekuk lutut ketika duduk dan tidur, agar tidak varises dan sakit ketika nanti hamil lagi.

Agak ribet memang, kan saya bukan habis melahirkan. Tetapi kata ibu dan budhe, keguguran dan melahirkan itu sama, cuma beda usia kandungan saja. Jadi perlu dirawat organ-organnya agar sehat kembali. Jadi saya tetap mengonsumsi obat dari dokter, dan menurut saja mengikuti semua prosedur pemulihan ditemani dengan jamu-jamuan dan bengkungan. Dan ternyata benar, memakai pilis mengurangi rasa pusing di jam-jam 9.00 sampai siang hari.

Di sela-sela istirahat, saya jadi sering merenung. Betapa Allah sudah mengatur semuanya sedemikian rupa. Saya bersyukur janin saya yang tidak berkembang bisa diketahui dan kehamilan saya bisa diakhiri se dini mungkin sehingga meminimalisir tingkat kesakitan dan kekecewaan yang saya rasakan. Tidak bisa saya bayangkan perasaan ibu-ibu lain yang harus keguguran ketika usia kandungan mereka sudah besar, dan janinnya sudah diberi nyawa oleh Allah. Bahkan saya mendengar berita dari bidan di dekat rumah, kemarin ada seorang ibu yang melahirkan bayinya di usia 5 bulan, bayi nya keluar dengan keadaan utuh dan dia bisa menangis, tetapi beberapa detik kemudian meninggal.

Pengalaman 12 minggu menjadi calon ibu sungguh tidak akan terlupakan. Saya berjanji kepada diri sendiri, InsyaAllah akan berjuang agar lebih siap ketika diberi amanah ke-2 oleh Allah SWT 🙂 Bismillah…

Saya juga bersyukur dan berterima kasih karena keluarga dan sahabat-sahabat saya selalu memotivasi dan mendoakan saya :’) I love them…

Banyak pelajaran yang saya dapat dari kejadian ini. Kesedihan, kebahagiaan, ujian hidup, kekhawatiran, kesehatan, dan rasa sakit, semuanya berputar bergantian mengisi hari-hari kita. Maka ingatlah Allah dalam setiap tarikan nafas kita. Ingatlah bahwa Allah lah yang Maha Berkehendak. Maka bergantung dan berharaplah Kepada-Nya dalam semua urusan kita di dunia, agar kita tidak merasakan kekecewaan. InsyaAllah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s